Ketulusan Ibu Penjaga Wartel

“Kalau ternyata ada lebihnya di Ibu, tolong diikhlaskan ya Nak…”

Ketulusan selalu mendapat tempat tersendiri di hati saya, begitu indah. Seperti ibu penjaga wartel yang pernah saya temui, ketulusan beliau tak akan lekang di hati saya..

Kira-kira setahun yang lalu, pada saat saya dan teman saya Ayyu terlibat dalam suatu kepanitiaan di salah satu kegiatan organisasi Lembaga Dakwah Kampus yang kami ikuti. Menemukan tempat mabit untuk akhwat dengan segera….!! Satu kalimat itu sejak beberapa hari terakhir selalu menjadi headline di kepala kami..
Dengan himpitan waktu, kami datangi semua tempat yang mungkin. Mulai dari Keputih, Gebang, Mulyosari, Manyar, bahkan Kenjeran.. setiap jalan daerah2 itu tak luput dari sisiran…
Pada saat kami melepas lelah sebentar dan mengisi perut di Keputih, Ayyu mendapatkan info yang cukup menjanjikan dari seorang senior. Dengan penuh harapan, Masjid Muhajirin Manyar menjadi tujuan kami selanjutnya. Sebelum menuju ke TKP, Saya ke wartel sebelah tempat makan kami tadi untuk menelpon pengurus masjid terlebih dahulu. Sedangkan Ayyu menunggu di sepeda motor. Pengurus Masjid ternyata memberikan respon yang positif, sesegera mungkin kami datang ke lokasi Masjid untuk bertemu dan konfirmasi langsung ke Bapak Pengurus Masjid. Sesampainya di sana, AlhamduLILLAH semua berjalan dengan lancar.. kami kembali dengan hati berbunga2 dan penuh syukur, rasanya tak ada hari semelegakan hari ini..:p
Tetapi di perjalanan kami pulang, ada yang mengganjal di hati saya.. ada sesuatu yang tidak beres..
Weeeww…..!!!! saya baru ingat kalau ternyata tadi belum bayar di wartel…>_<!!!!
Bener2 ceroboh akut…@_@
Tujuan utama kami sekarang : “BAYAR UANG WARTEL DI KEPUTIH”

Sesampainya di wartel yang ternyata plus warnet, saya masuk untuk mencari penjaga wartelnya..
Pandangan saya berkeliling tapi yang saya lihat hanya kotak2 bersekat tempat komputer. Tiba2 saya mendengar suara memanggil dari bawah… dan SubhanALLAH… ternyata seorang Ibu2 duduk di atas tikar, persis di depan kaki saya… saya segera berjongkok untuk menyejajarkan tubuh kami. Sepintas saya amati Ibu2 itu, kurus dan sepertinya…. ada masalah dengan kakinya (saya tidak tau pasti, tapi sepertinya ibu itu lumpuh), tetapi senyum dan keramahan selalu terpancar dari wajah beliau. Saya segera meminta maaf dan menyatakan niat saya untuk membayar uang telepon yang tadi lupa saya bayarkan. Dengan ramah ibu itu bertanya berapa tarif yang harus saya bayarkan.. karena setelah saya juga ada beberapa orang yang menggunakan telepon wartel, sehingga datanya sudah tidak ada. Tetapi saya benar2 tidak melihat tarif akhirnya waktu menelpon tadi, benar2 g ada di ingatan..:-o
Ibu Wartel : Tadi teleponnya sebentar atau agak lama Nak..:)?
Winda : Mm… tidak lama juga Bu, kira-kira 2 menit..
Ibu Wartel : Ya sudah, 300 rupiah saja Nak..
Winda : Maaf ya Bu.. Ini Bu, tidak usah kembali (saya menyerahkan uang 500 rupiah)
Ibu Wartel : Lho Nak, 300 rupiah saja..kn Cuma sebentar tadi, kira2 300 rupiah..
Winda : Tidak apa2 Bu, takutnya lebih… saya benar2 lupa tadi, maaf ya Bu..
Ibu Wartel : Benar g pa2 Nak? Ya sudah..“ Kalau ternyata ada lebihnya di Ibu, tolong diikhlaskan ya Nak…”
SubhanALLAH… deretan kalimat terakhir yang diucapkan ibu tadi, benar2 sukses membekukan hati dan pikiran saya selama beberapa detik. Benar-benar kalimat yang indah, ditambah senyum sang Ibu yang begitu menyejukkan.. sarat dengan ketulusan…
Bukannya lebay, tapi entah apa namanya, ada semacam perasaan aneh yang menyenangkan menjalari tubuh saya…
Rasanya begitu beruntung ALLAH memberi saya kesempatan bertemu dengan ibu luar biasa itu..
Hanya beberapa menit dan beberapa kalimat, tetapi sungguh banyak pelajaran yang saya dapatkan..:)
Walaupun tidak pernah lagi bertemu sejak waktu itu, ketulusan beliau sampai sekarang tak lekang di hati saya..

Ketulusan Ibu Penjaga wartel, semoga selalu bisa menorehkan kebaikan dimanapun berada…
Semoga Ridha dan Rahmat ALLAH selalu menyertai..
Amiiin..n_n

  • Surabaya, 050211 ; 15.38 WIB
    _Diiringi lagu “Malaikat juga Tahu”nya Dee_
  • 4 Tanggapan to “Ketulusan Ibu Penjaga Wartel”

    1. Semoga dengan melihat ketulusan dan kejujuran orang, semakin membuat kita untuk lebih memahami bagaimana seharusnya kita bersikap,, menghadapi dunia luas : pekerjaan, perkuliahan, hubungan dengan masyarakat, dan ketika kita berumah tangga kelak

    2. Amiiin.. Ya Rabbal Alamiin..n_n

    3. keikhlasan dan kejujuran. nilai yang sering dipandang sebelah mata oleh kekinian. namun, inilah yang dihargai besar oleh Rasul, oleh Allah. semoga bisa terus belajar dan kemudian istiqomah.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: