Teman Hidup

Posted in Drizzle Drizzle.. on 25 Agustus 2014 by Winda Hayu Pratiwi

19 Syawal 1435 H

Merdu kudengar hafalan Surat Ar Rahman yang ia lantunkan untukku, sesaat setelah akad pernikahan kami
Alhamdulillah.. terima kasih Allah, untuk hadiah yang begitu istimewa🙂

Dengannya, ingin kuraih selalu cintaMU

Bersamanya, semoga hidup ini semakin berkah

DSC_1265

Garis tangan tergambar, tak bisa aku menentang
Sujud syukur padaMU, atas segala cinta..
-Melly Goeslaw, Ketika Cinta Bertasbih-

Terima kasih, telah memilihku sebagai “Teman”
Teman Hidup🙂

Jika Istrimu Seorang Ibu Rumah Tangga

Posted in Drizzle Drizzle.. on 24 Agustus 2014 by Winda Hayu Pratiwi

Taken from “CeritaJikaProject” kurniawangunadi

 

Bukankah setiap istri adalah seorang ibu rumah tangga?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang membersihkan tangga yang akan kamu lalui setiap harinya, menuntun kamu dan anak-anakmu untuk melewati setiap anak tangga, ialah ia yang hanya  tersenyum paling bahagia saat kamu dan anak-anakmu mencapai tangga paling puncak, ialah ia yang akan selalu siap menyambutmu ketika kamu jatuh terguling ke anak tangga paling bawah, ialah ia, Ibu Rumah Tangga.

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu bahwa bukan hal yang mudah baginya untuk melepas segala pencapaian yang telah dimilikinya.  Akan ada saat dimana orang-orang di sekitarnya menyayangkan keputusannya, Kedua orang tua yang merasa sia-sia telah memberikannya pendidikan yang tinggi, Orang-orang terdekat yang terlanjur memiliki ekspektasi tinggi untuknya. Hai lelaki yang telah membuat seorang wanita ber ”masa depan” cerah melepas karir dunianya hanya untuk merawat dan melayani kebutuhanmu dan anak-anakmu. Maukah kamu menutup telinga dari segala perkataan tak menyenangkan orang-orang. Maukah kamu melapangkan dadamu untuk ia bersandar. Maukah kamu merendahkan bahumu untuk ia meletakkan kepala. Maukah kamu merentangkan kedua tangan untuk memeluk ia, yang lusuh dan lelah mengurus segala keperluanmu yang terlihat sepele??

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, menunggumu di rumah dengan rasa bosan yang sesekali muncul, rasa rindu pada dunia karir yang cemerlang, merasa terpanggil menyajikan bahan presentasi dan dikagumi orang-orang, maukah kamu. Menemaninya dengan perhatian yang cukup membuat ia tersenyum simpul setiap pagi. Menghargai setiap tindakannya dengan ucapan terima kasih yang tulus. Memberikan senyum termanis dan tawa yang membuatnya lupa bahwa ia selalu terkurung di rumah. Menemaninya melihat dunia yang tidak pernah sempat ia lakukan?

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, mungkin ia tak kan punya cukup waktu untuk melihat perkembangan dunia luar, tidak akan punya cukup waktu untuk menjadi modis seperti teman-temanmu diluar sana, tapi pernahkah kamu tahu?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang menjatuhkan dirinya agar kamu terlihat lebih tinggi.

Ialah ia yang menekan egonya demi menghargai kamu sebagai kepalanya.

Ialah ia yang berpura-pura bodoh agar kamu tampak hebat.

Ialah ia yang mencemaskan kamu selagi kamu pulang telat karna bersenang-senang bersama kawan-kawan kerjamu.

Ialah ia yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesahmu.

Ialah ia yang rela menjadi pelampiasan emosimu agar emosimu tetap terkontrol pada orang lain.

Ialah ia yang rela membiarkan dirinya dipandang sebelah mata namun meradang saat kamu disepelekan.

Dear lelaki, menjadi ibu rumah tangga tidak pernah mudah. Bukankah lebih mudah membayar gaji seorang baby sister dan seorang asisten rumah tangga untuk mengurusi segalanya?? Tapi bukankah lebih membahagiakan jika kita bisa berkasih sayang dengan cara yang menurut banyak orang tidak mudah? Cukup temani saja ia, ajarkan saja ia untuk menjadi tempatmu kembali, beri tahu ia bagaimana caranya membuatmu nyaman, bimbing ia untuk melengkapimu.

Free :)

Posted in Tak Berkategori on 7 Juni 2014 by Winda Hayu Pratiwi

“Seberapa penting arti dari melepaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukmu?

Kurasa, sepenting kau ingin hatimu merasa lega dan bahagia.”

I

I

I

Percayalah, memang tidak semua orang bisa kau jaga perasaannya.

Tidak bisa dan sebenarnya juga tidak perlu.

(Tia Setiawati Pakualam, via karenapuisiituindah)

Saatnya..

Posted in Drizzle Drizzle.. on 1 Maret 2014 by Winda Hayu Pratiwi

AssalamualaikumWrWb..

Lama sekali rasanya tidak berceloteh di sini. Sejak laptop saya (Baca: Komar) sakit2an, jadi ga ada feel ketik2 ga jelas lg ^^. Alhamdulillah si Komar skrg sudah sembuh permanen, InsyAllah..

Hmm… Umur memang ga bias menipu ya?! Setiap orang tanpa disadari harus menjalani fase2 dalam hidupnya seiring dengan bertambahnya umur. Dan saya di sini sekarang semakin dekat “untuk menjadi lengkap”.
(jadi senyum2 sendiri :p)

Awal Februari lalu telah datang bersilaturrahim kepada orang tua saya, seorang pria yg sangat baik bersama keluarganya untuk mengajukan diri sebagai imam saya, Alhamdulillah🙂
Timingnya begitu sesuai dengan rencana hidup yang saya buat untuk diri saya sejak SMA, menjadi lengkap di umur 24th. Semoga dia memang pilihan terbaik dari Allah untuk menyempurnakan setengah agama saya yang memang masih sangat standar di sana sini, jadi penyempurnanya nanti kudu lebih ekstra (hehehe.. yang sabar yaa..:D)

Bersabarlah, kelak akan datang juga,
sendirian atau bersama-sama keluarganya:
seseorang yang dengan penuh kerinduan akan kau panggil sebagai “jodoh”
(Fahd Djibran, Perjalanan Rasa, 2013, hlm. 188)

 

 

 

Alhamdulillah.. Allah memang selalu tepat waktu
dan dia datang tepat waktu🙂

 

 

*Paiton, March 1st 2014
di sore hari

Beauty of Ranu Kumbolo, Subhanallah..

Posted in unlimited on 10 November 2012 by Winda Hayu Pratiwi

Teringat expedisi 1 tahun lalu sebelum sidang skripsi (hihi.. ketauan bandelnya :-p)
Ranu Kumbolo, Danau tertinggi di tanah jawa (2400 mdpl) yang berada di jalur pendakian pegunungan Mahameru. Benar2 suguhan alam yang menakjubkan..

Dimulai dari desa Ranu Pane untuk mengurus perijinan pendakian dll :
GambarGambarBergaya dengan Pak Hambali (kaos merah), juru kunci Semeru

Setelah itu dimulailah perjalanan..

GambarGambar
Banyak tumbuhan liar khas hutan di sepanjang perjalanan (ya iyalah..)
Kandaka, Janggut Musa, Strobery hutan, Anggrek hutan, dan banyak lg yg namanya belum terdeteksi di otak saya :-p
There were absolutely so wonderful..^^

IMG_0089

254440_1849945051241_172761_n
Gambar
Padang rumput yang indah ( so exotic..*_*)
di depan itu namanya bukit Teletubbies :-p

Dan Akhirnya… Jreng jreng jreng…
Terbayarkan sudah semua kelelahan perjalanan, inilah Ranu Kumbolo surga para pendaki Gunung Semeru itu :
Gambar

IMG_1972Subhanallah.. Begitu indah dan damai, pengen nangis..*_*
*Kehilangan kata2

 

IMG_1955Ranu Kumbolo dilihat dari “Tanjakan Cinta”

 

GambarPagi hari di Ranu Kumbolo, dingiiin.. bisa sampe 10 derajat C
Pas mendung, sunrise tidak begitu terlihat

But it was still a beautiful scenery🙂

Di belakang dan sekitar Ranu kumbolo juga ada yang namanya “Tanjakan Cinta” & “Oro2 Ombo”, semua tak terkatakan indahanya. Tapi sayang ga ada fotonya..:’l
Ada kutipan percakapan dari blog seseorang yang pas sekali mengekspresikan perasaan saya:
Pur, Ranu Kumbolo gak seindah apa yang Doni Dirgantara ceritain di novel 5 cm, lebih indah Pur. Hijaunya dari jauh mirip kayak Green Emerald, pas deket, saking biru pekatnya, awan itu bukan lagi berarak di langit, tapi awan seolah bercermin di Ranu Kumbolo, mengagumi keindahan mereka satu persatu. Bohong banget Doni nyerita Ian bisa ngelewatin Tanjakan Cinta dengan mulus sambil mikirin Happy Salma, bohong banget. Ngos-ngosan, dan ngebalik ke belakang itu gak rugi! Ranu Kumbolo semakin cantik kalo diliat dari Tanjakan Cinta. Kamu tau padang Lavender? SUPER INDAH. Dan Mahameru itu jelas lebih agung dari dialog,
“Puncaknya namanya apa, Ta?”
“Mahameru.”
lebih agung, lebih lebih lebih. Sesuatu yang kata-kata gak bisa capai. Kamu jangan percaya keindahan yang ditulis Doni di novel 5 cm, semuanya jauh lebih indah ketika mata kamu yang nyaksiin itu sendiri. Dan foto-foto di google gambar, semuanya gak ada tandingannya. Aku berani bertaruh kamu pasti mau nangis pas pertama kali ngeliat Ranu Kumbolo, sama kayak aku kemarin. Ranu Kumbolo itu super cantik. Kayak lukisan pelukis ternama aja. Kamu bahkan harus ngucek beberapa kali mata kamu sebelum akhirnya kamu sadar kalo yang kamu liat bener-bener Ranu Kumbolo.
Pas kamu nyentuh airnya, Ranu Kumbolo seolah mengajari kamu arti dari damai. Aku serius. Kamu harus kesana, Pur, liat dengan mata kepala kamu sendiri. Kalo ternyata setelah pulang dari puncak Mahameru kamu bilang gak akan pernah balik lagi ke sana, itu pilihan kamu. Tapi aku, aku yang dulu ngira gak bakalan pengen balik lagi, aku justru mikirin kapan bisa ke sana lagi meski pun aku baru nyampe ke Ranu Kumbolo.

Gambar

Ranu Kumbolo,
Salah satu tempat terindah untuk menikmati pagi di muka bumi🙂

Let’s grateful for the gift of this beautiful earth..
Alhamdulillah
Thanks Allah, I love You so..n_n

Ada banyak cara untuk belajar

Posted in 1 on 9 November 2012 by Winda Hayu Pratiwi

GambarBanyak cara untuk belajar..
Tidak harus menjadi seperti mereka,
Tidak harus berada di dalam sana

Ngamen @_@

Posted in Drizzle Drizzle.. on 17 Juni 2012 by Winda Hayu Pratiwi

Habis liat Dion nyanyi di Indonesian Idol, Lagu kesukaan saya dari dulu, “Yogyakarta”🙂
Hmm… rasanya hati terpanggil2 untuk ke sana.
Entahlah, padahal saya tidak begitu mengenal kota itu kecuali lewat telinga (Sampai saat ini saya baru 2 kali berkunjung ke sana, itu pun cuma sebentar2). Tapi saya begitu rindu..
Mungkin ini yg dinamakan ikatan batin (haha.. lebay..:p )
Teringat salah satu impian saya yg sampai saat ini blm kesampean,
“Pengen ngamen di  Jogja”…!!!
Pengeeen.. banget sekali aja ngerasain ngamen di sana, sepertinya indah dan menyenangkan.
Melihat dunia dengan lepas, menikmati setiap sudut dengan tulus, bener2 apa adanya..
enjoy everything naturally..
Hmm.. bayanginnya aja udah seneng banget bikin gregetaaaann..>_

Tapi kok ya ga ada yg mau diajak ya? Semua pada ngakak klo denger keinginan itu..
“impian yg aneh”, “impian terburuk yg pernah kudengar”, “ke Jogja ngamen? Ayo aja, tapi Kamu sendiri aja ya yg ngamen.. aku belanja2 aja sambil nungguin kamu selesai ngamen :)”
Ishhh…”-_-
Emang kenapa? Padahal kan keren..  buat saya itu merupakan salah satu seni menikmati hidup dengan sederhana.. Ciyeeeeee…

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

Walau kini kau tlah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

One day, I will..
InsyaAllah..
Semangkaaa..!!!

*Kamar kos (01:27 WIB)